Wahai diriku, seringkali manusia bertanya dan sibuk membahas tentang 'kesabaran' seraya mengutip kata-kata bijak 'orang sabar bersama-sama allah.' Mudah mengucapkannya memang, tapi coba saja.... luar biasa sukar mencapainya.
Wahai diriku, sesungguhnya aku banyak belajar darimu, termasuk hari ini. Mulanya kekesalan itu begitu nyata dan memuncak. Suatu campuran suatu adukan antar amarah dan harga diri. Setelah me'lerem'kan jiwa, aku pun sedikit mampu mengamati dengan lebih jernih. Ternyata, rasa kesal yang meyesakkan dada ini hanyalah perwujudan dari kesombonganku belaka....
Wahai diriku, 'orang sabar ber sama-sama allah' kata orang.... Pengalamanku berkata sebaliknya... Segera setelah aku mengingat Sang Ingatan dan menelusuri kembali rahasia Sang Rahasia... amarah ini pun pelan-pelan melarut, persis kayak pupuk kandang yang meresap ke dalam lahan pertanian begitu ditebarkan.... Kuputar lagu Debu dan kesejukan serta getaran kebesaranNya pun menyelimuti diri ini...
Wahai diriku.... kasihani aku.... 'bersama allahlah, niscaya dirimu akan diliputi kesabaran'... Dendang Mustapha pun terngiang dalam hati ini : 'wahai kekasihku... hatiku merindu... memang merinduuu... akan mu... kayak perak... yang murni... bersinar waktu malam...'
Selasa, 26 Februari 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar