kenapa sesuatu itu diberi julukan 'rahasia'? jawaban sekilas pastinya : karena tidak ada yang tahu eksistensi 'hal yang dirahasiakan' itu selain 'yang merahasiakan.' hmmm, tidak mesti begitu khan, kenyataannya, manusia sadar tidak sadar telah sukses mengkotak-kotakan rahasia menjadi 'share-able' dan 'absolutely nonshare-able.' masuk dalam 'kotak' terakhir ('absolutely nonshare-able') adalah 'rahasia keberadaan allah.'
banyak yang bilang 'allah ada di hati kita,' sementara yang lain bilang 'allah ada di mana-mana,' well, semuanya menurut saya ya sama-sama tidak menjelaskan pertanyaan 'ada di mana allah itu?' bila 'share-able' rahasia (katakanlah begitu) merupakan rahasia yang sewaktu-waktu dibukakan isinya (oleh yang empunya rahasia) kepada pihak lain sehingga kadar kerahasiaannya menjadi berkurang, bahkan berubah menjadi 'rahasia umum,' maka 'absolutely nonshare-able' adalah rahasia yang tidak berkurang kadar kerahasiannya kendati dibukakan kepada banyak pihak oleh yang tahu rahasia itu (karena diberitahu oleh yang empunya rahasia).
penyebabnya simpel, yakni karena rahasia pada 'absolutely nonshare-able' rahasia itu dari sononya 'encrypted.' so, meski rahasia itu (ada di mana allah itu berada) 'terbuka' atau 'terekspose' demikian lebar, niscayalah tak banyak orang yang memahaminya... ya iyalah, kunci 'encryption' nya khan masih di tangan yang punya rahasia?
berupa apa sih 'encryption' key tersebut? pengalaman saya sih 'encryption' key tersebut berupa 'kebeningan' yang setali tiga uang dengan 'nur.' lho, 'nur' kok 'kebeningan' sih? bukannya 'nur' itu 'cahaya' yang kinclong-kinclong itu? sebentar, ya benar 'nur' itu 'cahaya' tapi yang kinclong-kinclong (visible) itu 'cuma' sinar saja... tanpa 'cahaya' maka 'sinar' tidak akan terlihat... dan 'cahaya' lah yang justeru membuat 'sinar' itu terlihat.... makanya, 'nur' itu ya 'kebeningan' itu... yang jika nempel di 'pendengaran' ia jadi 'kejernihan pendengaran,' trus jika nempel di benak ia jadi 'kejernihan pikiran' alias 'kepahaman,' dan bila nemplok di penglihatan, ia jadi 'kejernihan penglihatan,' alias (ya itu tadi) 'kebeningan.'
dari mana 'nur' itu berasal? ya dari mana lagi selain dari 'nurun ala nuur,' dari Sang Cahaya di atas Cahaya, yang menyelipkan 'nur' di pancaindera serta hati orang-orang yang ia kehendaki.... yakni bisa anda, kamu, dia atau saya....
karena punya 'term & conditions': 'menyelipkan 'nur' di pancaindera serta hati orang-orang yang ia kehendaki,' maka sebagai 'encryption' key, 'nur' tidak bisa diminta atau diusahakan.... 'nur' adalah 'Wilayah Absolut' dari Sang Cahaya di atas Cahaya, dengan demikian, jawaban atas pertanyaan 'ada di mana allah itu berada?' tidak mungkin dipahami oleh semua manusia.... melainkan oleh manusia yang sudah 'dijadwalkan' menerima 'nur' saja....
lantas 'absolutely nonshare-able' rahasia itu apa dong? ya 'rahasia sejati' lah.... di mana hanya 'yang empunya rahasia' yang tahu... pengalaman membuktikan, manusia yang pernah ketitipan 'nur' dan 'tahu,' akan kelu lidahnya manakala mencoba membabar, menshare 'pengetahuannya' tentang 'absolutely nonshare-able' rahasia macam 'rahasia keberadaan allah.' atau jika ia mampu menshare-nya, maka si pendengar tak mampu memahaminya.... as simple (yet as complicated) as that...
Minggu, 02 Maret 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar