Senin, 31 Maret 2008

back to the moment

selesai menonton 'back to the future 1-3' yang entah ke berapa kali (apalagi kalau dihitung sejak jaman sma), lintasan ide itu lewat, ya.... bagaimana rasanya ya jika manusia bisa bolak-balik mengarungi waktu, apakah manusia bisa 'memperbaiki' sejarah?

dengan pertanyaan yang serasa menggaung di benak, hari demi hari saya alami dan amati sampai suatu ketika jawaban dari gema pertanyaan saya pun datang : 'ngapain juga kita ke masa lampau wong saat ini juga kita ada di masa lampau itu sendiri...' haaa?... pikiran nakal pun lantas muncul : 'ya udah, kalo gitu ke masa depan deh....' sayang, jawaban itu langsung turun dan menindas: 'laah, apa perlunya ke masa depan wong saat ini juga kita ada di masa depan itu sendiri... aya aya weh maneh teh...'

wahai diriku, sesungguhnya dari point of view gusti allah, segala sesuatu itu sudah selesai semua... buat gusti allah, semuanya adalah serba sekarang... ergo apa yang dialami dan diamati manusia (dan semua ciptaan) dalam kesehariannya, ternyata hanya pengulangan belaka... contohnya, saat dirimu membaca tulisan ini, sesungguhnya engkau 'pernah' menulis tulisan ini dan saat ini engkau tengah mengingat-ingatnya kembali dengan jalan menulisnya atau membacanya.... sejatinya, tiap-tiap manusia tengah menapak-tilasi jalan cerita keadaan dan pengalamannya yang 'pernah' dibuat oleh dirinya sendiri... dibuat oleh diriku sendiri... dibuat oleh DIRI ku ini... yang adalah aku, tiada aku melainkan aku saja...

jadi apa yang musti saya jalankan dong? ya ingat-ingatlah... tiap detik pengalaman hidupmu adalah jalan cerita yang sudah selesai ditulis (terjadwal) dengan segala paket yang tersedia di dalamnya.... meliputi segala sesuatu yang 'TIDAK' sekaligus yang 'IYA'... apapun yang dirimu perbuat, alami dan amati... adalah hal yang (YA) diijinkan terlaksana... sebaliknya yang dirimu tidak laksanakan, alami atau amati adalah hal yang TIDAK diijinkan terlaksana.... semua sudah selesai.... waktu lampau mu adalah sekarang, masa depan mu ya sekarang.... sekarang mu ya sekarang....

dengan demikian, rasa kesalmu, amarahmu, syahwatmu juga rasa sayangmu, keterpujianmu, kebaikanmu.... semua 'sudah' tertulis, terjadwal, tentunya embedded dengan ijin nya sekalian (ya iyalaaah)... jadi apa bisanya manusia? semuanya sudah terjadi.... semuanya sudah terjadwal.... masa lampaumu ya yang sekarang kau alami dan amati.... masa depanmu ya sekarang yang sekarang kau alami dan amati pula....semua ini cuma 're-run' belaka...

so, apakah manusia bisa mengubah sejarah? jika 'sejarah' adalah 'jalan cerita kehidupan ciptaan yang (seolah-olah) dicatat dan ditulis oleh ciptaan,' dan sejatinya itu semua sudah selesai ditulis, maka sejatinya 'manusia' (baca: ciptaan) itu detik demi detiknya justeru TENGAH 'mengalami' sejarah...

Tidak ada komentar: